Minggu, 11 Mei 2014

TABEL UKURAN BEARING

TABEL UKURAN BEARING

Kode
d
D
l

Kode
d
D
l
Bearing

Bearing
605
5
14
5

625
5
16
5
606
6
17
6

626
6
19
6
607
7
19
6

627
7
22
7
608
8
22
7

628
8
24
8
609
9
24
7

629
9
26
8
623
3
10
4

634
4
16
5
624
4
13
5

635
5
19
6

Kode
d
D
l

Kode
d
D
l
Bearing

Bearing
6000
10
26
8

6200
10
30
9
6001
12
28
8

6201
12
32
10
6002
15
32
9

6202
15
35
11
6003
17
35
10

6203
17
40
12
6004
20
42
12

6204
20
47
14
6005
25
47
12

6205
25
52
15
6006
30
55
13

6206
30
62
16
6007
35
62
14

6207
35
72
17
6008
40
68
15

6208
40
80
18
6009
45
75
16

6209
45
85
19
6010
50
80
16

6210
50
90
20



Untuk kode 0 sampai dengan 3, maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :
  • 00 = diameter dalam 10mm
  • 01= diameter dalam 12mm
  • 02= diameter dalam 15mm
  • 03= diameter dalam 17mm
selain kode nomor 0 sampai 3, misalnya 4, 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm
dikutip dari http://nasateknik76.blogspot.com/2011/09/tabel-ukuran-bearing.html

Sistem ABS

Sistem rem anti terkunci atau anti-lock braking sistem (ABS) menurut wikipedia merupakan sistem pengereman pada mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras.
Sistem ini bekerja apabila pada mobil terjadi pengereman keras sehingga salah sebagian atau semua roda berhenti sementara mobil masih melaju, membuat kendaraan tidak terkendali sama sekali. Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia akan memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan, lalu mengeraskannya kembali begitu roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat, bisa mencapai 15 kali/detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif.
Menurut bang aria di aria-info.blogspot.com, ABS (Anti-Lock Brake System) adalah sebuah sistem pada kendaraan bermotor yang mencegah terjadinya roda menjadi terkunci pada saat pengereman. Tujuannya adalah memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol pengendalian pada saat pengereman mendadak dan digunakan untuk memperpendek jarak pengereman (dengan memperbolehkan pengemudi menginjak pedal rem secara penuh tanpa perlu kuatir kendaraan akan selip dan lepas kendali).  


Komponen Utama
Sistem ABS merupakan kombinasi dari sistem elektronik dan hidrolik untuk mengatur
pengereman masing-masing roda agar menghindari roda terkunci.
Komponen utama ABS secara umum adalah:
1.Speed sensor

Speed sensor berfungsi untuk memperoleh informasi tentang kecepatan masing-masing
roda,informasi ini diperlukan agar sistem dapat mengetahui roda mana yang sedangakan terkunci. Speed sensor ini dapat terpasang terpasang pada setiap roda, atau adajuga yang dipasang pada diferensial.
2.Valves
Terdapat sebuah valve pada openmasing-masing rem yang dikontrol oleh ABS, valve
ini memiliki tiga posisi:
a. Valve terbuka (open), tekanan dari master cylinder diteruskan langsung ke rem.
b. Valve menutup jalur dan mengisolasi rem roda yang bersangkutan sehingga
mencegah tekanan terus meningkat pada saat rem ditekan lebih kuat.
c.  Valve melepaskan (release) tekanan pada rem.
3.Pump


Valve melepaskan tekanan pada rem, oleh karena itu maka harus ada alat yang
mengembalikan tekanan pada rem, dan inilah fungsi dari pompa tersebut.
4.ABS Controller / Computer
Perangkat ini berfungsi untuk memantau informasi kecepatan yang diperolehspeed
sensor dan mengatur masing-masing valve.

Cara Kerjanya:

Cara kerjanya adalah pada kendaraan ada electronic unit, speed sensor dan hydraulic valve pda brake circuit. Electronic unit memonitor kecepatan dari roda pada saat pengereman,jika berbeda maka rem akan me’release’, dan selanjutnya mengerem lagi. Mirip kalau melakukan rem sedikit-sedikit alias tekan-lepas-tekan lepas. Nah ABS itu bisa melakukan pengereman alias ‘tekan-lepas’ sebanyak 20 kali per detik. Jadi dengan teknologi ini berguna mencegah ban terkunci. Penerapan teknologi ABS ini, kadang juga ditambah teknologi traction control. Dimana kalau ABS tuh ngatur pengereman,sedangkan traction control akan ngurangin power.

Tipe-tipe ABS
ABS menggunakan beberapa macam skema, yang dapat dibedakan menurut jumlahchannel
(berapa banyak valve yang dikontrol secara individual) dan jumlah dari speed sensor.
1.4-channel, 4-sensor ABS
Terdapat satu buah speed sensor pada masing-masing keempat roda dan sebuahvalveterpisah untuk masing-masing keempat roda.Controller memonitor tiap-tiap roda untukmemastikan roda tersebut memperoleh gaya pengereman yang maksimum.
2.3-channel, 3-sensor ABS
Pada skema ini, masing masing roda depan memiliki sebuah sensor danvalve, namunhanya satuvalve dan satu sensor untuk kedua roda belakang. Sistem ini memberikankontrol secara mandiri pada tiap-tiap roda depan namun tidak pada roda belakang. Padasistem ini roda belakang harus mulai terkunci lebih dulu baru ABS bekerja, sehinggamasih dapat memungkinkan salah satu roda belakang mengalami selip pada saatpengereman.
3.1-channel , 1-sensor ABS
Pada sistem ini, hanya ada1 valve yang mengontrol kedua roda belakang dan 1 sonsor

kecepatan pada poros belakang.


dikutip dari http://otosantoso.blogspot.com/2011/07/anti-lock-break-system.html

Nama Sensor -sensor pada Mesin EFI

Nama Sensor -sensor pada Mesin EFI

 Aplikasi Sistem Pengaturan Elektronik pada kendaraan telah demikian pesatnya, seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan global yang mensyaratkan baik aspek pemenuhan pengguna teknologi maupun aspek dampak lingkungannya, sehingga rancang bangun kendaraan modern dengan Advance Technology memiliki kelebihan/keunggulan yang mampu meningkatkan antara lain:
  • Unjuk kerja
  • Efisiensi penggunaan bahan bakar
  • Penanggulangan dampak lingkungan
  • Kenyamanan dan keamanan
Kendaraan dengan fasilitas control elektronik dibandingkan dengan kendaraan konvensional memiliki perbedaan pada piranti elektroniknya yang pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen, yaitu Sensor, Electronik Control Unit (ECU), dan Unit actuator.

Sensor berfungsi untuk mengirimkan sinyal atau data ke ECU, ECU berfungsi untuk mengolah data yang dikirimkan oleh sensor dan mengirimkan nya kembali berupa perintah ke actuator. Aktuator berfungsi sebagai pengeksekusi suatu perintah dari ECU.
Di tulisan ini, hanya akan jelaskan macam-macam sensor beserta fungsinya.
1.  Engine Control Temperature (ECT)/Sensor Temperatur Mesin dan Intake Air Temperature
     (IAT)/Temperatur udara masuk
    ECT berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin pada mesin






















    IAT berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk

     Cara Kerjanya:

    Sensor yang dihubungkan seri dengan tahanan dan diberi tegangan 5 V. Bila tegangan pada sensor berubah (karena temperature), maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan kerja adalah 4,5 s/d 0,2 Volt, dari dingin ke panas
    2. Throttle Position Sensor (TPS)
     
    TPS berfungsi untuk mengetahui derajat pembukaan katup gas dan mengontrol jumlah udara yang masuk. Sensor ini terbuat dari bahan Karbon arang. Range kerjanya adalah dalam % pembukaan katup gas (0 % = 0,5 Volt ----- 100 % = 4,7 Volt). Cara kerjanya: Tegangan 5 Volt dari ECU sebagai sumber, bila katup gas dibuka akan membuat perbandingan tegangan yang berasal dari perbandingan tahanan, sehingga mengeluarkan sinyal tegangan 0,5 s/d 4,7 Volt.






    3. Air Flow Meter (Sensor Udara Masuk)
    Air flow meter berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk, dan ini dipakai pada system injeksi jenis L-EFI.
    Jenis-jenis Air Flow Meter:
    a. Sensor Flap (impact pressure) Air Flow Sensor LMM
    Jenis ini terbuat dari tahanan geser (karbon arang). Cara kerjanya: pedal ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh pengukur jumlah udara. Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris ke unit pengontrol elektronika.

    b. Sensor Massa Udara (Kawat dan Film Panas)
     Jenis ini terbuat dari bahan kawat panas (platinum), Thermister, Metallic Film. Prinsip kerjanya: kawat panas dijaga pada temperature tetap dirangkai dengan termistor . Suatu aliran udara akan menyebabkan kawat panas menjadi dingin, rangkaian elektronik akan mempertahankan temperature pada kawat panas tetap. Pada waktu yang bersamaan, rangkaian elektronik mengukur arus yang mengalir ke kawat panas dan mengeluarkan sinyal tegangan sebanding dengan aliran arus.

    c. Karman Vortex
     Jenis Karman Vortex terbuat dari bahan Photo Coupler (LED dan Photo Transistor). Cara kerjanya: Udara yang masuk dibuat pusaran oleh pembentuk pusaran udara dan distabilkan oleh plat penstabil pusaran udara, kemudian diukur melalui pemancar dan penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah pengolah sinyal, gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangnan yang diterima oleh computer.



    4. Manifold Absolute Pressure (MAP)
    Fungsi MAP sensor adalah untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Sensor ini terletak pada saluran udara masuk setelah katup gas dan digunakan pada mesin injeksi jenis D-EFI. Cara kerja MAP: Piezo Resistive adalah bahan yang nilai tahanannya tergantung dari perubahan bentuk. Piezo resistive dibuat diafragma (Silicon chip) berfungsi sebagai membrane antara ruangan vacuum (0,2 bar) sebagai referensi dan ruangan yang berhubungan dengan intake manifold.
    Perbedaan tekanan antara ruang vacuum dengan intake manifold berakibat perubahan lengkungan pada membrane silicon chip. Pengolah sinyal merubah menjadi tegangan sinyal. MAP sensor mengeluarkan tegangan paling tinggi ketika tekanan intake manipold adalah paling tinggi (kunci kontak “ON” mesin “MATI”, atau katup gas diinjak tiba-tiba/Accelerasi). Begitu pula sebaliknya mengeluarkan tegangan paling rendah jika terjadi decelerasi (perlambatan).
    5. Sensor Gas Buang

    Sensor ini berfungsi untuk mengetahui kerusakan pada Katalik konventer dan sebagai system closed loop A/F Rasio. Prinsip Kerjanya: Bila ada perbedaan jumlah O2udara luar, akan terjadi beda potensial antara kedua elektroda. Tegangan maksimal 1 volt. Temperatur kerja min. 400C.
      

    6. Sensor Putaran

    1. Sensor Induktif pada Distibutor
     
    Sensor CKP dan CMP pada distributor
    Untuk system yang pengajuannya dengan mikrokontrol, maka sinyal putaran (CKP) harus dilengkapi dengan sensor posisi pada silinder (CMP). Sinyal ada yang di distributor dan di poros engkol
    1. Sensor Induktif pada poros engkol
    Sensor ini terdiri dari dua, yaitu: satu sensor induktif 
    dan dua sensor induktif (CKP dan CMP)

    1. Sensor Hall pada distributor
     



      
    d.  Sensor Photodioda 
    Berfungsi sebagai sensor putaran dan TOP












    7.    Sensor Knoking
     Sensor ini berfungsi untuk mengetahui knoking, system closed loop pengapian dan mendeteksi octane bahan bakar. Prinsip kerja: Bila terjadi knoking (pinking) akan terjadi getaran pada sensor knoking berupa nois. ECU akan memundurkan saat pengapian 2 kali sampai tidak terjadi detonasi lagi. Untuk 4 silinder perlu 1 sensor, 5 atau 6 silinder perlu 2 sensor, 8 lebih bisa 2 atau lebih 


    dikutip dari : http://otosantoso.blogspot.com/2011/05/nama-sensor-sensor-pada-mesin-efi.html

    Masalah AC Mobil dan Solusinya

    Masalah AC Mobil dan Solusinya

    Masalah AC Mobil dan Solusinya
    Cara Kerja Ac Mobil
     Langkah pertama untuk memahami cara kerja ac mobil atau ac rumah adalah anda harus memahami masalah hubungan pressure and temperature dalam bahasa paman zak hubungan suhu dan tekanan, karena pada dasarnya cara kerja ac adalah simulasi hubungan antara suhu dan tekanan bahan pendingin didalam pipa /selang yang dihubungkan secara seri.antara satu alat dengan alat yang lainnya. contoh yang paling mantap adalah hubungan suhu udara dengan tekanan atmospher seperti contoh gambar dibawah ini :
    sekarang sudah terbayang jika kita ada di puncak mount everest diatas ketinggian 8,8 km diatas permukaan laut. suhu dapat mencapai minus 40 derajat celcius tekanan udara rendah. alias kurang oksigen dibandingkan dengan kota tangerang suhu dapat mencapai 35 derajat celcius tapi anda dapat bernapas lega udara dapat dihirup secara gratis.
    contoh hubungan antara suhu dan tekanan yang juga mantap seperti dibawah ini
    akhirnya oleh para ahli fisika, kimia dan ahli mekanik diciptakan sebuah alat mesin pendingin dan bahan pendingin /Refrigerant seperti R-12, R-22 R-134a dll yang memanfaatkan perubahan suhu dan tekanan bahan pendingin tersebut untuk kepentingan umat manusia. zat-zat bahan pendingin tersebut harus aman, tidak berbau, tidak meledak, tidak beracun.
    Hubungan suhu dan tekanan
    R134 & R12 yang biasa dipakai di mobil
    Cara kerja ac mobil Dalam diagram dibawah ini dapat saya uraikan sebagai berikut :
    ketika anda menekan tombol ac di dasbor mobil anda dalam keadaan mesin mobil hidup, maka arus listrik positip langsung meluncur ke kopling kompresor / magnetic clutch karena ada arus listrik maka kopling kompresor berubah menjadi magnet dan menekan kompresor dan ahirnya kompresor bergerak, katup hisap mengisap pada jalur pipa area biru seperti pada gambar
    Magnetic clutch
    Diagram Ac Mobil
    hasil hisapan piston kompresor bahan pendingin kemudian ditekan, bahan pendingin merubah suhunya menjadi panas akibat tekanan piston, kemudian bahan pendingin/freon masuk ke condensor untuk didinginkan agar merubah wujud dari vapor/gas menjadi cairan selanjutnya gas sudah merubah wujud menjadi cairan masuk ke dryer/saringan agar jangan sampai ada kotoran/gram, karena gas cairan bahan pendingin akan masuk ke area yang sangat kecil/sempit yaitu keran ekspansi.
    selanjutnya cairan bahan pendingin masuk keran ekspansi untuk masuk ke area evaporator karena lubungnya teramat kecil, sementara kompresor terus mengisap area evaporator / area warna biru tekanannya menjadi rendah ketika sebagian kecil bahan pendingin dapat menerobos lubang keran ekspansi maka tekan area biru bahan pendingin berkisar 25 s/d 35 PSi inilah yang didesain oleh para ahli pembuat ac. kita lihat tabel tekanan R134a 25-35 psi adalah 29 s/d 40 derajat F dingin, sedangkan tekanan area merah 135 s/d 155 psi suhunya 105 s/d 115 F hangat.
    akibatnya evaporator menjadi dingin akibat dari bahan pendingin menguap pada tekanan 25-35 psi, sesuai dengan desain.
    selanjutnya blower meniupkan angin melewati evaporator yang sudah dingin, akibatnya udara yang keluar didasbor menjadi dingin sesuai dengan yang diharapkan.
    cara kerja kompresor tipe piston
    Tip membeli kompresor bekas ex singapura : tekan katup buang/tekan oleh ibu jari tangan kiri anda, sementara tangan kanan anda memutar magnetic clutch 3-5 kali putaran, kemudian rasakan apakah ada tekanan angin pada ibu jari tangan anda jika ada pertanda kompresor masih bagus. jika tesnya melalui katup hisap, 3-5 kali putaran tangan anda merasa tersedot pertanda kompresor masih sangt bagus.
    Bentuk Condenser
    condensor berfungsi untuk merubah freon dalam wujud gas dirubah menjadi bentuk cairan, condensor umumnya terbuat dari pipa bahan almunium atau tembaga jika ditarik lurus pipa kondensor panjangnya dapat mencapai 12-14 meter.
    drier berfungsi untuk menyaring kotoran agar bahan pendingin bersih dari kotoran-kotoran gram pertikel besi ataupun yang lainnya dan juga berfungsi untuk melihat apakah freon sudah menjadi cairan dan juga berfungsi untuk melihat apakah freon sudah full ketika freon diisikan kedalam sistem , ciri tes drier masih bagus atau buruk/jelek adalah cukup ditiup oleh tekanan mulut kita, jika tiupan terasa enteng maka drier masih cukup bagus untuk digunakan kembali.
    expansion valve - keran ekspansi berfungsi untuk mengatur seberapa banyak freon yang masuk kedalam evaporator dan secara otomatis.
    evaporator berfungsi sebagai tempat menguapnya cairan bahan pendingin sesuai dengan yang didesain tekanan freon antara 25 - 35 psi lihat tabel suhunya 29-40 derajat fahrenheit
    Blower dan evaporator dalam satu unit
    blower berfungsi untuk meniupkan udara dingin yang dihasilkan oleh evaporator ke ruang kabin kendaraan Thermostat
    Fungsi thermostat adalah pengatur suhu seberapa besar suhu yang diinginkan, umum ada dua konektor satu terhubung ke magnetic clutch kompresor yang satu lagi terhubung ke tombol dasbor ke jalur listrik positip atau ke relay sesuai dengan desain mobil. cara kerjanya jika suhu di evaporator yang diinginkan sudah tercapai maka themostat akan memutuskan arus listrik, maka compressor berhenti istirahat. erputar. maka proses pendinginan terhenti. ketika suhu evaporator dinginnya mulai berkurang, maka arus listrik terhubung kembali. dan kompresor berputar kembali.
    Termometer untuk mengukur suhu udara angin blower
    Bahan Pendingin R-134a
    Manifold gauge berfungsi untuk memasukan bahan pendingin, mengukur tekanan jalur pipa tekanan rendah dan jalur pipa tekanan tinggi, dan juga berfungsi untuk mendiagnosis masalah/causes ac mobil. harga satu set manifold gauge relatip murah 75 ribu s/d 150 ribu, saya saran kan belinya di toko alat alat ac rumah harga lebih murah.
    Masalah Ac Mobil dan Solusinya
    Masalah ac mobil kurang dingin
    Berikut ini saya uraikan cara mendiagnosis masalah ac mobil, jika ac mobil anda dalam masalah. Melalui metode pengukuran tekanan sisi bagian rendah dan sisi bagian tinggi , maka dengan mudah menditeksi penyebab masalah ac mobil anda.
    cara diagnosis kerusakan ac mobil
    sebaiknya mobil jangan dihidupkan dahulu.!
    langkah pertama hubungkan selang gauge tekanan rendah pentil low pressure service value dan selang yang satu ke pentil high pressure service value pastikan gas freon tidak ada yang keluar dari pentil service. tekanan sisi rendah dan sisi tinggi relatip sama. Langkah kedua hidupkan mobil kontak ac hidupkan dalam keadaan langsam. atau posisi mesin pada RPM 2000. lihat tekanan sisi rendah dan sisi tinggi amati. seberapa besar tekanannya Standar Operasi Normal Ac mobil dingin mantap low side 25-35 psi High side 135-155 Psi
    Sebagai panduan untuk menditeksi masalah ac mobil anda Tabel dibawah ini bisa dijadikan panduan
    Kemungkinan alat yang rusak Ambient Temperature Skala ° F Low side Gauge Psi High side gauge Psi Compressor 90 50 120 Condenser 95 55 300 Drier 100 5 305 Keran Ekspansi 95 2 170 Keran ekspansi 95 55 160 Thermostat 97 10 205 Thermostat 98 60 210
    Masalah AC mobil Tidak Dingin Dalam kasus ini biasanya yang keluar dari blower hanya angin saja dinginnya sama sekali tidak ada, maka yang harus dilakukan ada beberapa langkah pengecekan :
    periksa fan belt
    cek magnetic clutch
    cek sensor tekanan
    periksa sekering ac
    periksa relay ac
    periksa bahan pendingin
    langkah pertama hidupkan mobil dan sistem ac dalam keadaan on, periksa drive belt apakah berputar, jika berputar selanjutnya cek magnetic clutch apakah ikut berputar, jika tidak berputar dapat dipastikan magnet tidak menerima arus listrik
    langkah 2 selanjutnya cek sensor tekanan
    coba hubungkan dua kutub sensor tekanan dengan menggunakan kabel pendek jika magnetic clutch berputar dapat dipastikan penyebab kerusakan adalah sensor tekanan dalam keadaan ac normal tanpa sensor dapat ac mobil dapat digunakan.
    jika magnetic clutch tetap tidak berputar selajutnya test arus listrik, ambil tespen periksa 2 kutub sensor tekanan, jika tespen tidak menyala dapat dipastikan kerusakannya pada area relay atau sekering, lokasi sekering a/c atau relay biasanya ada dibawah dasbor.didekat area mesin biasanya kotak sekering maupun relay tertulis A/C
    jika semua sistem kelistrikan sudah ok namun ac tidak dingin :
    ada dua kemungkinan penyebabnya
    bahan pendingin habis coba cek pentil untuk memasukan bahan pendingin ,ditekan pakai paku atau obeng plus jika bahan pendingin masih ada, selanjutnya lakukan langkah matikan mesin : tes magnetic clutch lepas soket hubungkan dengan kabel 1 meter kemudian langsung jumper ke terminal positip aki jika tidak terdengan bunyi : trek2 dapat dipastikan magnetnya rusak SEMOGA BERMANFAAT...


    dikutip dari : http://wisnusantoso1.blogspot.com/2012/10/masalah-ac-mobil-dan-solusinya.html